Seputar Varian Baru COVID-19 “Omicron”

Belakangan ini, masyarakat kembali dibuat khawatir oleh kemunculan baru COVID-19 “Omicron”.

Akibatnya, banyak negara di dunia yang mulai menerapkan pembatasan sosial lagi di wilayahnya dan menutup akses untuk turis asing.

Omicron pertama kali ditemukan pada bulan November lalu di Gauteng, provinsi terpadat di Afrika Selatan. Dikutip dari keterangan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, varian yang diberi kode B.1.1.529 ini memiliki sekitar 50 mutasi.

Wah, Bahaya Nggak tuh?

Hmm… kalau menurut organisasi kesehatan dunia WHO yang didasarkan sama preliminary test, Omicron bisa menginfeksi orang-orang yang pernah terinfeksi.

Ditambah lagi, proses mutasi Omicron juga cepet banget. Dalam seminggu sejak ditemukan di Afrika Selatan sampai dengan saat ini sudah ada beberapa negara yang melaporkan varian ini, seperti Kanada, Australia, Italia, Jerman, Israel, Hong Kong, Belanda, Inggris, Belgia, Swiss, Jepang, Denmark, hingga Malaysia.

Apa Aja Gejala yang Harus Diwaspadai?

Sejauh ini sih, gejala yang dirasakan pasien yang terkena varian Omicron belum menunjukkan perbedaan dengan varian-varian sebelumnya. Bahkan, tidak semua pasien menunjukkan gejala. Apalagi kalau kita sudah memperoleh vaksin.

Para pasien yang sudah divaksin bisa sembuh tanpa harus dirawat di rumah sakit. Sebagian besar pasien menunjukkan gejala ringan dan sejauh ini belum terdapat kasus kematian akibat varian Omicron. Beberapa gejala yang umum dilaporkan meliputi badan terasa sakit, sakit tenggorokan, kelelahan, dan batuk.

Meskipun begitu, tim di balik vaksin tetap bekerja untuk memperbarui vaksin. Akan tetapi, perlu waktu 4 hingga 6 bulan sebelum vaksin diperbarui.

Jadi, masyarakat tetap nggak boleh lengah. Selain karena proses pemberharuan vaksin yang masih berjalan, juga karena varian Omicron memiliki protein spike yang memudahkannya menembus sel tubuh lebih banyak dari varian Delta dan dikhawatirkan bisa menular sekalipun sudah melakukan vaksin secara lengkap.

Omicron Ada Obatnya Nggak sih?

Para ilmuwan sih berharap agar obat antivirus yang baru-baru ini disetujui seperti pil Mercks yang belum lama ini disetujui bekerja efektif menghentikan replikasi virus. Namun, semuanya masih dalam tahap penelitian. Makanya, penting untuk tetap patuh pada protokol kesehatan dan melakukan vaksin secara lengkap ya!

Bagaimana situasi di Indonesia?

Melihat 3 negara tetangga, yakni Australia, Singapura, dan Malaysia yang sudah mendeteksi varian Omicron, membuat masyarakat Indonesia ikut was-was.

Menurut ahli epidemiologi Dicky Budiman yang dikutip dari Kompas, Omicron bisa jadi sudah masuk ke Indonesia jika surveilans genomik yang dilakukan melalui laboratorium Whole Genome Sequencing (WGS) lebih banyak.

Dicky juga mengatakan jika masuknya varian Omicron hanya tinggal menunggu waktu. Sama halnya seperti varian-varian sebelumnya. Sebab, pergerakan pelaku perjalanan Internasional sangat aktif dan cepat. Oleh karena itu, pemerintah beserta masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan.

Yaah… kirain pas natal dan tahun baru udah bisa jalan-jalan. Kalau kayak gini jadi nggak bisa bebas keluar rumah. Eits, tapi jangan mendadak gloomy, dong. Kan ada cookies Pumpberry Ladang Lima. Diolah dari biji-bijian superseeds, seperti biji rami, biji labu, biji bunga matahari serta cranberry kering yang kaya manfaat dan memiliki rasa manis alami. Pumpberry cocok jadi teman liburan akhir tahun yang pastinya sehat. Yuk, buruan beli di ladanglimastore.com ya!!!


Gambar

Foto oleh Drown in City via Unsplash

Sumber

The Guardian

Al Jazeera

CNBC

IDN Times

Channel News Asia

Kompas

Nabila Amelia

all author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.