Beberapa Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Indonesia, Harga Mie Instan Diduga akan Naik Drastis

mie_instan

Perang Rusia dan Ukraina memiliki dampak ke beberapa negara, terutama dalam hal pangan dunia yang semakin mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya adalah Rusia dan Ukraina, yang notabene sebagai negara pemasok gandum terbesar di pasar global.

Akibat dari konflik Ukraina dan Rusia dinilai bisa mengganggu pasokan gandum, yang mana bisa berdampak kepada harga produk yang mengandung gandum, tidak luput juga dengan produk turunannya yaitu Mie Instan.

Berdasarkan hasil survei Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2021 menunjukkan, penduduk Indonesia mengonsumsi 48 bungkus mie instan dalam setahun, atau total seluruh Indonesia mencapai 13,2 miliar bungkus, dengan rata-rata berat per bungkus adalah 80 gram.

Dilihat dari suvey tersebut, ternyata penduduk Indonesia banyak yang mengonsumsi mie instan. Oleh karena itu, jika gandum sulit masuk ke Indonesia karena konflik Rusia dan Ukraina, maka akan berpengaruh pula pada produksi tepung terigu dan produk turunannya, yaitu mie instan yang harganya dikhawatirkan akan naik drastis.

Tak perlu khawatir akan naiknya harga mie instan, karena tidak semua mie instan mengalami kenaikan harga. Sebagai contoh, mie instan yang tidak menggunakan tepung terigu sebagai bahan utama, pastinya tidak ada kenaikan secara harga. Banyak pilihan mie instan tanpa terigu, seperti mie instan yang dibuat dari Tepung Singkong (Mocaf). Untuk cek mie instan yang terbuat tanpa terigu, bisa beli produk Ladang Lima di webstore ini.


Sumber:

https://www.cnbcindonesia.com/news/20220125060444-4-310096/ri-jadi-raja-mi-instan-di-dunia-begini-ceritanya#:~:text=Lalu%2C%20hasil%20survei%20Pengeluaran%20untuk,per%20bungkus%20adalah%2080%20gram

Delavira Rahmalia Kansha

all author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.