Serba-serbi Fakta dan Mitos Mie Instan

Mie instan menjadi salah satu produk makanan favorit masyarakat Indonesia. Selain membuat kenyang, mie menjadi favorit karena proses membuatnya praktis, tidak memerlukan waktu lama. Tak jarang masyarakat Indonesia memilih mie instan sebagai stok makanan pokok yang wajib ada di rumah.

Meskipun menjadi salah satu makanan favorit pengganti nasi masyarakat Indonesia, banyak sekali fakta dan mitos seputar mie instan. Fakta dan mitos ini mulai dari proses pembuatan mie, hingga fakta dan mitos yang berkaitan dengan kesehatan tubuh. Nah, ini dia beberapa fakta dan mitos seputar mie instan.

1. Pembuatan Mie Instan Menggunakan Cairan Lilin

Sempat beredar di masyarakat bahwa mie instan mudah terbakar jika tersulut api karena mengandung cairan lilin. Faktanya, mie instan bisa terbakar karena 2 hal. Pertama, mie instan terbuat dari tepung yang diberi minyak sehingga lengket dan kemudian diproses dengan deep frying. Kedua, mie instan memiliki kadar air yang sangat rendah (kering). Dua hal tersebut yang membuat mie instan mudah terbakar. Tidak hanya itu, mie instan yang sudah bersertifikasi BPOM tidak mungkin dilapisi lilin, karena sertifikasi BPOM sendiri memiliki arti bahwa mie instan layak dan aman untuk dikonsumsi.

2. Mengonsumsi Mie Instan Memicu Hipertensi

Mie instan dapat memicu hipertensi merupakan fakta, karena mie instan memiliki kandungan garam yang tinggi. Kebanyakan, dalam satu bungkus mie instan mengandung 900-950mg garam. Padahal, batas maksimal kebutuhan garam per hari bagi orang dewasa adalah 2000mg (atau sekitar 1 sendok teh garam). Sehingga mengonsumsi 1 porsi mie instan langsung memangkas separuh jatah asupan garam per hari kita. Jika ingin mengonsumsi mie instan, alangkah lebih baiknya mencari mie instan dengan kadar garam dibawah 900mg.

3. Sering Mengonsumsi Mie Instan dapat Menyebabkan Obesitas

Tidak dibenarkan jika mie instan dapat memicu obesitas. Kandungan kalori mie instan sendiri sekitar 200-400 kalori yang mana kebutuhan kalori seseorang dalam sehari berkisar 1500-2200 kalori. Salah satu faktor penyebab obesitas adalah mengonsumsi mie instan dalam jumlah besar dalam sehari, dan juga diberi bahan tambahan seperti keju, sosis, kornet, telur, yang tentunya mampu menyebabkan obesitas.

Mie instan sendiri sebenarnya aman untuk dikonsumsi selama dalam batas wajar. Tetapi, tidak menutup kemungkinan kalau ada mie instan yang lebih sehat dibandingkan dengan mie instan pada umumnya. Kamu bisa stok mie instan berikut untuk pilihan mie yang lebih sehat.


Sumber:

Delavira Rahmalia Kansha

all author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are makes.