Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gangguan perkembangan otak yang memengaruhi kemampuan penderita dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain. Di samping itu, autisme juga menyebabkan gangguan perilaku dan membatasi minat penderitanya. Autisme dianggap bersifat genetik. Faktor lingkungan seperti paparan toksin, infeksi (campak, mumps, rubella), dan diet dianggap berperan pada kejadian autis.

 

Dilansir dari Alodokter, terdapat beberapa ciri-ciri anak autis:

Kesulitan Komunikasi

Masalah komunikasi yang kerap dialami anak penderita autisme, antara lain sulit bicara, menulis, membaca, dan memahami bahasa isyarat, seperti menunjuk dan melambai. Hal ini kemudian membuatnya sulit untuk memulai percakapan dan memahami maksud dari suatu perkataan atau petunjuk yang diberikan orang lain.

Gangguan dalam Berhubungan Sosial

Salah satu ciri-ciri anak autis adalah sulit bersosialisasi. Anak dengan autisme sering kali terlihat asyik dengan dunianya sendiri, sehingga sulit terhubung dengan orang-orang di sekitarnya. Terkadang anak dengan autisme juga terlihat kurang responsif atau sensitif terhadap perasaannya sendiri atau pun orang lain. Oleh karena itu, anak autis biasanya tidak mudah berteman, bermain dan berbagi mainan dengan teman, atau fokus terhadap suatu objek atau mata pelajaran di sekolah.

Gangguan Perilaku

Berikut ini adalah beberapa pola perilaku khas yang biasanya ditunjukkan oleh anak dengan autisme:

  • Marah, menangis, atau tertawa tanpa alasan yang jelas
  • Hanya menyukai atau mengonsumsi makanan tertentu
  • Melakukan tindakan atau gerakan tertentu dilakukan secara berulang, seperti mengayun tangan atau memutar-mutarkan badan
  • Hanya menyukai objek atau topik tertentu
  • Melakukan aktivitas yang membahayakan dirinya sendiri, seperti menggigit tangan dengan kencang atau membenturkan kepala ke dinding
  • Memiliki bahasa atau gerakan tubuh yang cenderung kaku
  • Sulit tidur

 

Kendati demikian, gejala autisme tidak selamanya buruk. Beberapa anak dengan autisme ada yang memiliki kelebihan atau bakat di bidang tertentu, seperti mampu belajar secara rinci lalu mengingatnya untuk waktu yang lama dan tertarik mempelajari seni musik dan menggambar.

Ada statement yang menyebutkan bahwa anak penyandang autisme dilarang untuk mengonsumsi gluten. Apakah benar demikian? Meskipun masih kontroversial, namun teori adanya kelainan peptide di otak inilah yang memang mendasari diet bebas gluten casein (Gluten Free Casein Free = GFCF) bagi penyandang autisme, karena gluten dan casein dapat menjadi racun/toksik bila dikonsumsi.

Dalam keadaan normal, gluten (Protein Gandum) dan casein (Protein Susu) dipecah dalam usus menjadi peptide dan asam amino. Sebagian kecil peptide tersebut terserap di usus kemudian beredar dalam darah bila berlebihan akan dikeluarkan melalui urin. Sebagian lainnya akan disaring kembali saat melewati batas darah – otak. Sehingga yang masuk dalam otak hanya sedikit, serta berperan dalam peningkatan jumlah endorphin. Bila kadar endorphin dalam darah – otak ini berlebihan, maka akan menyebabkan gangguan perilaku, persepsi, intelegensia, emosi, dan perasaan.

Menghindarkan si kecil dari makanan mengandung gluten dan kasein bukan hal yang mudah lho, bund. Apalagi, makanan yang disukai anak-anak seperti es krim, kue, keju, cokelat, dan lain-lain sebagian besar mengandung gluten dan kasein. Solusinya, bunda bisa mengenalkan makanan pengganti pada anak misalnya cookies bebas gluten ataupun pasta bebas gluten buatan Ladang Lima.

Cookies Gluten Free Ladang Lima terbuat dari 100% tepung singkong Ladang Lima, tanpa campuran terigu. Selain itu, tanpa menggunakan susu, telur, dan pengawet yang aman dikonsumsi bagi anak ASD. Bunda-bunda bisa membiasakan anak untuk mengonsumsi cookies bebas gluten yang enak dan aman.

Selain cookies, produk pasta juga bisa jadi pilihan bunda sebagai menu sarapan pagi mereka. Bunda tidak perlu bingung memikirkan menu apalagi yang akan diolah tiap harinya, karena pasta gluten free Ladang Lima bisa dicampur menjadi olahan sup maupun macaroni skutel. Bunda juga bisa mencoba beberapa resep masakan Ladang Lima di website maupun YouTube Ladang Lima. Selamat mencoba!

Keep up with the updates!

1 Comment

  1. Marsha June 8, 2021 Reply

    Makasih infonya, jadi anak ASD harus diet bebas gluten ya kalau gitu!

Leave a Comment

Your email address will not be published.

X
Senang sekali anda telah mengunjungi Ladang Lima Store
Selamat datang di ladanglimastore.com
WooChatIcon 0
X
We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications